Minggu, 29 Mei 2016

PERBEDAAN ADZAN DAN IQOMAH




Pengertian Adzan
Menurut bahasa azan berarti pemberitahuan tentang sesuatu. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam Kitab Suci Al-Qur’an Surat At-Taubah Ayat 3 yang berbunyi :
وأذن مّن الله ورسوله إلى النّاس
Artinya:
Dan (inilah) suatu seruan atau pemberitahuan dari Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia – (QS. At-Taubah : 3)
Dan dalam surat yang lain yakni surat Al-Anbiya Ayat 109 Allah Berfirman :
ءاذنتكم على سوآء
Artinya:
Aku telah menyampaikan kepada kamu sekalian (ajaran) yang sama (antara kita) –
 (QS. Al-Anbiya : 109)

Maksudnya Aku beritahu kalian maka kita sama-sama mengetahui.
Sedangkan adzan menurut syara atau syariat adalah pemberitahuan tentang waktu shalat dengan lafadz-lafadz khusus sebagaimana yang ditetapkan oleh syariat. .
Dari pengertian-pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa adzan merupakan suatu pemberitahuan seorang mu’azin (orang yang adzan) kepada orang lain tentang masuknya waktu shalat.

Pengertian Iqomah
Berbeda dengan adzan. Jika adzan merupakan pemberitahuan masuknya waktu shalat, maka iqomah merupakan pemberitahuan tentang pelaksanaan shalat (Berjama'ah). Dari segi bahasa iqomah berarti menegakkan sesuatu, sedangkan menurut syara atau syariat, iqomah adalah pemberitahuan akan ditunaikannya shalat wajib dengan lafadz-lafadz khusus yang telah ditetapkan oleh syariat.

Hukum Adzan dan Iqomah
Mengenai hal ini, para ulama berselisih pendapat. Sebagian ulama mengatakan bahwa hukum azan adalah sunnah muakkad, namun pendapat yang lebih kuat dalam masalah ini adalah pendapat yang mengatakan hukum adzan dan iqomah adalah fardu kifayah. Perlu dicatat, hukum ini hanya berlaku bagi kaum laki-laki, tidak bagi kaum perempuan, yakni pada shalat wajib 5 waktu dan pada shalat jum’at.
Keduanya disyariatkan berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam Surat Al-Ma’idah Ayat 58 dan QS. Al-Jumu’ah ayat 9 yang artinya adalah sebagai berikut :
Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) shalat, mereka menjadikannya sebuah ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal – (QS. Al-Ma’idah : 58)

Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah – (QS. Al-Jumu’ah : 9)

Rasulullah SAW bersabda dalam hadits Malik bin Huwairits sebagai berikut :

فَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلاَةُ فَلْيُؤَذَّنْ لَكُمْ وَلْيَؤُمَّكُمْ أَكْبَرُكُمْ (متفق عليه)

Jika telah datang waktu shalat, maka hendaklah salah satu orang diantara kalian mengumandangkan adzan, dan orang yang paling tua diantara kalian menjadi imam (jika sama-sama memiliki ilmu dan keutamaan)
Ibnu Taimiah ra, berkata, “Berdasarkan sunnah yang mutawatir (banyak riwayatnya) menunjukkan bahwa sejak zaman Rasulluah SAW selalu dikumandangkan adzan dalam setiap shalat wajib 5 waktu, maka umat ini sepakat menjadikan hal tersebut sebagai amal hingga seterusnya.

Berikut adalah redaksi atau lafadz adzan lengkap bahasa arab, latin dan artinya yang wajib dihafal bagi kita semua khususnya bagi mu’adzin (orang yang adzan).
 
اَللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر
أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّاللهُ ، أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّاللهُ
اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ ، اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ ، حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ
حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ ، حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ
اَللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر
لاَ إِلَهَ إِلاَّالله
Khusus untuk adzan shalat subuh, setelah membaca lafadz “Hayya ‘Alal Falaah”, mu’azin kemudian membaca lafadz berikut ini :
اَلصَّلاَةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ ، اَلصَّلاَةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ
Setelah membaca lafadz diatas, kemudian dilanjutkan dengan lafadz adzan berikutnya yakni “Alloohu Akbar, Alloohu Akbar” sampai selesai.
Adapun untuk lafadz iqomah hampir sama seperti lafadz adzan, hanya saja diucapkan tidak berulang-ulang alias satu kali. Dan berikut adalah lafadz iqomah lengkap bahasa arab, latin dan artinya :
اَللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر
أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّاللهُ
اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ
حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ
قَدْ قَامَتِ الصَّلاَةُ ، قَدْ قَامَتِ الصَّلاَةُ
اَللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر
لاَ إِلَهَ إِلاَّالله
Perlu Anda garis bawahi, dalam adzan shalat 5 waktu, hanya shalat subuhlah yang lafadz adzannya sedikit berbeda yakni ada tambahan lafadz tertentu yang artinya yaitu “Shalat lebih baik dari pada tidur”. Mengapa demikian? Karena, saat adzan subuh dikumandangkan, mayoritas orang sedang asyik-asyiknya tidur.

SUMBER: JUANRAMADHAN.COM

Tidak ada komentar: