Sabtu, 10 Mei 2014

Sukses Bisnis Stick Talas

Biasanya Umbi talas (Colocasia esculenta) atau nama jawanya lebih dikenal dengan sebutan Entik ini, dapat dinikmati dengan cara direbus atau digoreng. Namun, sesungguhnya kegunaan talas tidak hanya sebatas itu. Tumbuhan talas ternyata memiliki berbagai khasiat obat. Menurut Prof. Hembing Wijayakusuma, umbi talas memiliki efek farmakologis anti pembengkakan (antiswelling). Kandungan kimia yang ada dalam tumbuhan ini adalah zat besi, kalsium, garam fosfat, protein, vitamin A dan B. Bagian yang bisa dipakai adalah daun, umbi, dan seluruh bagian tumbuhan. Talas juga berfungsi mengatasi diare.

Di Indonesia tanaman talas bisa dijumpai paling banyak di Bogor, Malang, dan Bali walaupun talas bisa dijumpai hampir di seluruh kepulauan dan tersebar dari tepi pantai sampai pegunungan di atas 1000 m diatas permukaan laut, baik liar maupun di tanam.

Seringkali talas menyebabkan gatal ketika kita memakannya. Untuk mengatasinya, cuci talas sebelum dikupas. Apabila talas dicuci setelah dikupas, maka lendir akan keluar dan menimbulkan gatal.

Dari berbagai uraian diatas, dapat kita lihat begitu banyak manfaat dari umbi talas tersebut. Hal itulah yang dapat kita jadikan peluang usaha untuk dapat membuat olahan talas yang memiliki nilai jual lebih. Seperti memulai dengan berbisnis camilan stik talas, dengan bentuk yang panjang dan pipih, dan ketika dikunyah berbunyi “kress” ini, sangat menggugah selera bagi sebagian masyarakat yang memiliki hoby menikmati camilan. Camilan jenis stik ini layak untuk diperhitungkan, tampilan yang menarik berbentuk kotak kecil memanjang dan biasanya stik talas ini berwarna kuning. Camilan stik talas ini biasa kita jumpai dalam kemasan plastik.

Modal yang Dibutuhkan

Modal Tetap
Mesin sealer (perekat plastik)
Tas motor (untuk membawa produk di motor)

Modal Operasional
Plastik 0,5 Ons
Platik ukuran 2 kg
Kertas label

 

Potensi Pasar

Binis camilan berbentuk stik ini memang sudah banyak pemainnya, namun celah pasar masih terbuka lebar. Kunci sukses bisnis ini ada pada rasa dan kemasan. Jika Anda berhasil mengolah lebih variatif baik rasa ataupun kemasan, maka dapat dipastikan bahwa usaha Anda akan segera menuai keuntungan. Untuk penjualannya, ada banyak cara yang dapat dilakukan, mulai dari toko oleh-oleh (kemasan 500 gr-1000 gr), swalayan, toko kelontong, maupun kantin sekolah (kemasan 100 gr-300gr).

Keunggulan Camilan Stik
Target pasar yang dituju adalah anak-anak. Anda perlu tahu, pasar anak-anak tidak pernah mengalami penurunan asalkan Anda pintar mempertahankan kualitas.
Tidak memerlukan strategi khusus. Pada masa-masa awal merintis usaha ini, siapkan mental baja untuk menawarkan dagangan dari satu toko ke toko lain.
Modal di luar dagangan cukup sepeda motor milik sendiri dan tas kanvas untuk membawa dagangan.
Tak perlu repot untk membuat camilan stik sendiri. Cari supplier bahan jadi di toko grosir camilan, Anda tinggal mengemasnya kembali. aseek kaaan..., bisa jga dimakan buat cemilan sendiri...

Pengemis Membangun Masjid : Shanke Yadem ( Anggap Saja Sudah Makan )

 
Mungkin kita tak percaya jika tidak melihat faktanya. Seorang yang tidak kaya, bahkan tergolong miskin, namun mampu membangun sebuah Masjid di Turki. Nama masjidnya pun paling aneh di dunia, yaitu “Shanke Yadem” (Anggap Saja Sudah Makan). Sangat aneh bukan? Dibalik Masjid yang namanya paling aneh tersebut ada cerita yang sangat menarik dan mengandung pelajaran yang sangat berharga bagi kita.


Ceritanya begini :
Di sebuah kawasan Al-Fateh, di pinggiran kota Istanbul ada seorang yang wara’ dan sangat sederhana, namanya Khairuddin Afandi. Setiap kali ke pasar ia tidak membeli apa-apa. Saat merasa lapar dan ingin makan atau membeli sesuatu, seperti buah, daging atau manisan, ia berkata pada dirinya: Anggap saja sudah makan yang dalam bahasa Turkinya “ Shanke Yadem”.

Nah, apa yang dia lakukan setelah itu? Uang yang seharusnya digunakan untuk membeli keperluan makanannya itu dimasukkan ke dalan kotak (tromol)… Begitulah yang dia lakukan setiap bulan dan sepanjang tahun. Ia mampu menahan dirinya untuk tidak makan dan belanja kecuali sebatas menjaga kelangsungan hidupnya saja.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun Khairuddin Afandi konsisten dengan amal dan niatnya yang kuat untuk mewujudkan impiannya membangun sebuah masjid. Tanpa terasa, akhirnya Khairuddin Afandi mampu mengumpulkan dana untuk membangun sebuah masjid kecil di daerah tempat tinggalnya. Bentuknyapun sangat sederhana, sebuah pagar persegi empat, ditandai dengan dua menara di sebelah kiri dan kanannya, sedangkan di sebelah arah kiblat ditengahnya dibuat seperti mihrab.

Akhirnya, Khairuddin berhasil mewujudkan cita-ciatanya yang amt mulia itu dan masyarakat di sekitarnyapun keheranan, kok Khairuddin yang miskin itu di dalam dirinya tertanam sebuah cita-cita mulia, yakni membangun sebuah masjid dan berhasil dia wujudkan. Tidak bayak orang yang menyangka bahwa Khairud ternyata orang yang sangat luar biasa dan banyak orang yang kaya yang tidak bisa berbuat kebaikan seperti Khairuddin Afandi.
Setelah masjid tersebut berdiri, masyarakat penasaran apa gerangan yang terjadi pada AKhiruddin Afandi. Mereka bertanya bagaimana ceritana soerang yang miskin bisa membangun masjid. Setelah mereka mendengar cerita yang sangat menakjubkan itu, merekapun sepakat memberi namanya dengan: “Shanke yadem” (Angap Saja Saya Sudah Makan).

Subhanallah! Sekiranya orang-orang kaya dan memiliki penghasilan lebih dari kaum Muslimin di dunia ini berfikir seperti Khairuddin, berapa banyak dana yang akan terkumpul untuk kaum fakir miskin? Berapa banyak masjid, sekolah, rumah sakit dan fasilitas hidup lainnya yang dapat dibangun? Berapa banyak infra struktur yang dapat kita realisasikan, tanpa harus meminjam ke lembaga dan Negara yang memusuhi Islam dan umatnya?

Jamaah yang melimpah, tanda keberkahan dan amal sholeh dari harta yang halal dan bersih
Kalaulah kaum Muslimin saat ini memiliki konsep hidup sederhana dan mementingkan kehidupan akhirat dan mengutamakan istana di syurga ketimbang rumah di dunia, seperti yang dimiliki Khairuddin Afandi, pastilah umat ini mampu meninggalkan yang haram dan syubhat dalam hidup mereka. Mereka pasti mampu mengalahkan syahwat duniawi yang menipu itu. Sebagai hasilnya, pastilah negeri-negeri Islam akan berlimpah keberkahan yang Allah bukakan dari langit dari bumi. Kenyataannya adalah sebaliknya.(Q.S. Al-A’raf / 7 : 96) Maka ambil pelajaranlah wahai orang-orang yang menggunakan akal sehatnya!